Skip to content

Polemik izin penggunaan kata ‘Allah’

20 Januari 2010

Polemik izin penggunaan kata ‘Allah’ bagi warga nonmuslim Malaysia terus berlangsung. Kali ini seorang pejabat Mentri di Kantor Perdana Menteri Malaysia menyatakan penggunaan kata ‘Allah’ diizinkan di tiga wilayah Malaysia.

“Putusan pengadilan tentang izin penggunaan ‘Allah’ hanya berlaku untuk wilayah Sabah, Sarawak dan Penang. Sementara wilayah lain warga nonmuslim Malaysia dilarang menggunakan kata ‘Allah’,” ujar Menteri Urusan Parlemen Malaysia, Datuk Seri Nazri, seperti dikutip The Straits Times, Selasa (19/1/2010).

Menurutnya, penggunaan kata ‘Allah’ di ketiga wilayah tersebut dinilai relatif tepat. Hal ini disebabkan ketiga wilayah tersebut tidak memiliki kaitan erat dengan tradisi Islam seperti halnya wilayah lain.

Sementara itu, Polisi Diraja Malaysia menyatakan telah menangkap delapan orang yang diduga terlibat dalam pelemparan bom molotov ke Gereja Metro Tabernacle, 8 Januari lalu.

Serangan tersebut memicu aksi serupa terhadap sepuluh gereja lainnya yang tersebar di Malaysia. Namun pihak Kepolisian Diraja Malaysia masih belum bisa menentukan apakah kedelapan tersangka tersebut, terlibat dalam aksi perusakan atas sepuluh gereja lainnya.

“Delapan orang telah ditangkap dan mereka diduga terlibat aksi vandalisme yang menyebabkan terbakarnya gereja Metro Tabernacle,” ungkap Kepala pihak penyidik Federal Malaysia Bakri Zinin seperti dikutip, AFP Rabu (20/1/2010).

Tertangkapnya delapan orang ini menunjukan kemajuan pihak penyidik Malaysia guna mencegah serangan serupa atas gereja-gereja di Malaysia.

Sebelumnya aksi vandalisme merebak sejak 8 Januari lalu sebagai protes warga Muslim Malaysia terhadap keputusan pengadilan tinggi Malaysia, yang mengeluarkan izin penggunaan kata ‘Allah’ bagi warga nonmuslim Malaysia. Izin yang dikeluarkan pada 31 Desember lalu itu, membolehkan surat kabar terbitan Gereja Katolik The Herald, menggunakan kata ‘Allah’ sebagai pengganti kata ‘Tuhan’.

Sementara aksi vandalisme yang membangkitkan isu sentimen agama di Negeri Jiran ini menyebabkan rusak 11 gereja di Malaysia. Sedangkan masing-masing satu masjid dan kuil umat Sikh juga turut menjadi korban dalam aksi ini.

Namun pendapat yang dikeluarkan oleh Datuk Seri Nazri ini dianggap rancu, karena tidak jelas ia berbicara atas nama Kabinet Malaysia atau hanya sebuah pendapat pribadi.

Menanggapi pendapat yang dikeluarkan oleh Datuk Seri Nazri, pihak Badan Gereja Sabah menolak keras proposal tersebut. Menurut Pimpinan Badan Gereja Sabah, Pendeta Jerry Dursing, pendapat yang dikeluarkan Menteri Urusan Parlemen tersebut dinilai tidak logis, tidak konsisten dan tidak bisa diberlakukan di wilayah Sabah dan Serawak.

“Proposal tersebut dinilai tidak sejalan dengan maksud Perdana Menteri Najib Razak yang ingin menjaga kesatuan dan harmonisasi seluruh etnis dan agama di Malaysia,” menurut Pendeta Jerry Dusing.

Dusing menambahkan, jika proposal tersebut merupakan suatu pelanggaran atas hak-hak warga Kristen dengan cara melakukan dikotomi untuk menjalankan perintah agama berdasarkan lokasi geografis.

Sejak keluarnya izin penggunaan kata ‘Allah’ bagi warga nonmuslim Malaysia 31 Desember lalu, kontroversi terus merebak di Negeri Jiran tersebut. Kontroversi ini bahkan disertai aksi perusakan atas 10 gereja, sebuah mesjid serta kuil Sikh dan sekolah agama, sejak 8 Januari lalu.

Umat muslim Malaysia sendiri menilai, jika penggunaan kata ‘Allah’ sebagai pengganti kata Tuhan bagi warga nonmuslim Malaysia merupakan sebuah pelanggaran. Bagi mereka kata ‘Allah’ hanya boleh digunakan oleh warga muslim Malaysia.

7 Komentar leave one →
  1. 21 Januari 2010 12:32 PM

    setau saya kata “ALLAH” itu juga di gunakan oleh nabi isa almasih,lagi pula dalam alkitab (bibel) ada menggunakan kata “ALLAH” dan sementara dlm al-quran itu mengakui alkitab (bibel). nah letak masalahnya ini bagaimana??

    • 21 Januari 2010 4:27 PM

      yupz….muslim di malaysia gak mau kalau kata Allah digunakan oleh agama selain muslim….

    • widyachristianti permalink
      6 Juni 2010 6:19 AM

      Benar itu… mereka sirik atau kenapa ya…?

  2. 28 Januari 2010 4:50 PM

    ALLAH adalah tuhan semua umat. kenapa harus diperdebatkan?

  3. 13 Mei 2010 10:39 AM

    Betul, betul, betul. Setuju sama tuh pendapat. Allah S.W.T. itu tuhan semua umat. Kenapa harus diperdebatkan? Ntar takutnya malah timbul hal yg mengandung ‘dosa’. Nah lo…

  4. 13 Mei 2010 10:40 AM

    Betul, betul, betul. Setuju sama tuh pendapat. Allah S.W.T. itu tuhan semua umat. Kenapa harus diperdebatkan? Ntar takutnya malah timbul hal yg mengandung ‘dosa’. Nah lo… Salam, http://kpui.wordpress.com

  5. 15 Mei 2014 3:57 PM

    kan agama samawi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: