Skip to content

Kasus Ny. Prita Masih Berlanjut

4 Desember 2009

Kasus hukum yang menimpa Ny. Prita Mulyasari (hanya) karena mengirimkan email yang berisi keluh kesahnya mengenai pelayanan dari Rumah Sakit (RS) Omni Internasional-yang kemudian dituduh mencemarkan nama baik RS Omni Internasional, masih terus berlanjut.

Sebelumnya, manajemen RS Omni melalui PT Sarana Meditama Internasional (SMI) menggugat Ny. Prita sebesar Rp700 miliar melalui Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, namun hakim mengabulkan permohonan penggugat sebesar Rp370 juta ditambah harus meminta maaf melalui sejumlah media nasional yang dilakukan melalui iklan.

Ny. Prita yang tidak menerima keputusan tersebut, melakukan banding ke PT Banten melalui kuasa hukumnya, Slamet Yuwono dari kantor pengacara OC Kaligis yang (lagi-lagi) dimenangkan PT SMI dengan putusan Ny. Prita harus membayar denda sebesar Rp204 juta.

Mengenai denda sebesar itu, Ny. Prita menyatakan kepasrahannya “Saya tidak ada uang untuk membayar sebesar itu, jadi pasrah saja dan apa yang harus dijual untuk mengganti denda tersebut,” kata Ny. Prita Mulyasari.

Akhirnya Ny. Prita berupaya untuk kasasi ke Mahkamah Agung (MA) melalui kuasa hukumnya, Slamet Yuwono. Pendaftaran kasasi Ny. Prita itu diterima Kasmari, salah seorang petugas PN Tangerang.

Prita juga dilaporkan ke Polda Metro Jaya secara pidana sehingga pernah mendekam dipenjara LP Wanita Tangerang selama 21 hari karena dituduh mencemarkan nama baik RS Omni setelah mengirimkan email kepada rekannya berisikan keluhan akibat buruknya pelayanan.

Bahkan manajemen RS Omni melalui dr Grace Hilda dan dr Hengky Gozal akhirnya mengadukan ke Polda Metro Jaya akibat tindakan sehingga dilakukan pemeriksaan oleh penyidik dan ditetapkan sebagai terdakwa.

Demikian pula istri dari Andry Nugroho itu dijerat pasal berlapis yakni pasal 27 ayat 3 UU ITE dan pasal 310 KUHP pencemaran nama baik dengan serta pasal 311 KUHP. Dalam persidangan pidana Prita dituntut enam bulan penjara potong tahanan oleh Jaksa Riyadi dan Rahmawati Utami.

Menjawab pertanyaan adanya bantuan dari mantan Menteri Perindustrian, Fahmi Idris Rp102 juta untuk membayar denda tersebut, Prita mengatakan itu hanya setengahnya dan dia kesulitan untuk mencari dana sebesar itu.

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: