Skip to content

Akibat Buruk Facebook

21 November 2009
tags:

Facebook merupakan situs pertemanan yang paling populer di seluruh dunia, malahan pernah dikabarkan menjadi pesaing tunggal situs Youtube. Di Facebook kita dapat melakukan sesuatu yang mungkin tidak bisa kita lakukan di dunia nyata. Contohnya (mungkin) mencari teman masa kecil, mencari jodoh, menyatakan pendapat ataupun yang lainnya.

Selain hal-hal yang menyenangkan, Facebook dapat juga membawa “bencana”. Setidaknya, hal itu dialami oleh Nathalie Blanchard dan Roy Torrez Jr.

Perusahaan asuransi Manulife menghentikan klaim Nathalie Blanchard yang sudah setahun cuti dari perusahaannya karena didiaknosa menderita depresi hanya karena sang nasabah terlihat bahagia dalam foto-fotonya di facebook.

Nathalie Blanchard mengatakan tidak terima bagaimana Manulife bisa mengakses akunnya karena dia memasang pengaturan privasi, sehingga hanya teman-teman saja yang bisa melihat postingnya, kata CBC News.

Dia mengklaim melakukan senang-senang atas saran dokter untuk melupakan masalahnya. Manulife kepada CBC News membenarkan telah menggunakan Facebook untuk menyelidiki kliennya. “Tapi kami tidak akan menyangkal atau menghentikan klaim yang sah, semata-mata berdasarkan informasi yang diterbitkan di situs web seperti Facebook,” kata jubirnya.

Sementara itu, Seorang staf sekolah bernasib sial. Ia dipecat hanya karena komentarnya yang mengenai penanganan virus H1N1 yang diposting di situs jejaring sosial Facebook.

Dewan sekolah kotapraja dengan suara bulat menyetujui rekomendasi untuk memecat Roy Torrez Jr (28) yang telah menjadi seorang karyawan di Sekolah Dasar Howard L Emmons Scrapetown AS sejak April 2007.

Torrez menulis komentar di halaman Facebook pribadinya di bulan Oktober, mengkritik upaya pemerintah kabupaten dalam menangani kasus virus H1N1 di kalangan staf pengajar sekolah.

Karena bukan karyawan senior, Torrez mengatakan kabupaten bisa memecatnya dengan alasan apapun.

“Saya merasa tidak melakukan sesuatu yang salah,” katanya setelah keputusan dewan.

“Aku merasa prosesnya masih kurang. Aku juga tidak tahu mengapa sekolah melihat halaman Facebookku. Aku juga tak pernah menerima peringatan.”

Torrez mengatakan ia menerima surat tertanggal 10 November yang menyatakan Inspektur Michael Gorman merekomendasikan bahwa dia akan segera diberhentikan sambil menunggu persetujuan dewan.

Pejabat sekolah menolak berkomentar dengan alasan situasi yang melibatkan kepegawaian tidak dapat dibahas di depan umum. Torrez kata pejabat sekolah melakukan dua posting pada 26 dan 28 Oktober di Facebook yang menyebabkana pemecatannya.

Pada 26 Oktober salah satu postingnya berbunyi: “Dua kasus anggota fakultas yang telah dikonfirmasi terjangkit H1N1 kok datang ke tempat kerja sih? Sungguh (sumpah serapah) cerdas. Dan pemerintah tidak memberitahu orang tua murid tentang hal ini! Sungguh berpendidikan (sumpah serapah) ”

“Mari kita mengadakan acara besar di sini di sekolah dan menyebarkan infeksi lebih besar daripada melakukan hal yang cerdas dan untuk kebaikan yang lebih besar dan kesehatan masyarakat,” tulisnya dalam posting 28 Oktober.

One Comment leave one →
  1. 7 Februari 2010 2:13 AM

    Saya lagi buat makalah tentang Facebook nih… thax infonya
    kunjungi: http://www.bluepsd.kartubiru.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: